PemerintahanUtama

Pemko Banda Aceh Siagakan OPD Selama Idulfitri 2026

×

Pemko Banda Aceh Siagakan OPD Selama Idulfitri 2026

Sebarkan artikel ini

Banda Aceh | SuaraNanggroe.id – Di saat sebagian besar masyarakat menikmati hangatnya suasana Idulfitri bersama keluarga, denyut pelayanan publik di Kota Banda Aceh tetap berlanjut. Pemerintah kota memastikan bahwa kebutuhan warga tidak ikut “libur”, meski berada dalam momen hari raya.

Melalui kebijakan resmi yang tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota, Pemerintah Kota Banda Aceh menunjukkan komitmennya untuk tetap hadir melayani masyarakat selama libur Idulfitri 1447 H/2026 M.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menegaskan bahwa pelayanan publik adalah tanggung jawab yang tidak mengenal waktu. Karena itu, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tetap menugaskan personelnya untuk siaga.

Salah satu yang tetap membuka layanan adalah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Berdasarkan Surat Perintah Tugas Nomor 800/168, instansi ini menurunkan enam petugas setiap harinya untuk tetap melayani masyarakat pada tanggal 18, 20, 23, dan 24 Maret 2026.

Meski selama hari penugasan tersebut tidak ada pelaku usaha yang mengurus perizinan, layanan tetap dibuka. Bagi pemerintah, kesiapan adalah bagian dari pelayanan itu sendiri.

“Selama libur Lebaran, kami tetap standby untuk memastikan pelayanan perizinan tetap tersedia. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, kapan pun dibutuhkan,” ujar Plt Kepala DPMPTSP, Faisal.

Selain DPMPTSP, sejumlah instansi lain juga tetap beroperasi. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) tetap melayani administrasi kependudukan secara terbatas, sementara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Wilayatul Hisbah (WH) terus menjaga ketertiban dan ketentraman kota.

Langkah ini menunjukkan bahwa pelayanan publik tidak hanya soal ramai atau tidaknya permintaan, tetapi tentang kesiapan negara hadir setiap saat. Bahkan di hari raya sekalipun, ketika sebagian besar aktivitas melambat, roda pelayanan tetap berputar.

Di Banda Aceh, Lebaran bukan alasan untuk berhenti melayani—justru menjadi momen untuk membuktikan komitmen.[]