Kemkomdigi mencatat 80,63 persen BTS di Aceh telah pulih per 19 Desember. Tiga kabupaten masih di bawah 50 persen pemulihan jaringan.
KoranAceh.Net | Jakarta – Sinyal telepon seluler kembali muncul di sebagian wilayah Aceh setelah hampir sebulan terganggu akibat banjir dan longsor akhir November lalu. Pemerintah mencatat, hingga Jumat (19/12/2025), sebanyak 80,63 persen menara base transceiver station (BTS) di Aceh telah kembali beroperasi.
Data tersebut disampaikan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) dalam pembaruan resmi pemulihan infrastruktur telekomunikasi pascabencana. Angka ini meningkat dibandingkan pada Selasa (16/12/2025) lalu, yang sebesar 45,58 persen .
Dari total 23 kabupaten/kota terdampak di Aceh, 20 daerah dilaporkan telah mencatatkan tingkat pemulihan jaringan di atas 50 persen. Tiga kabupaten lainnya, yakni Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Gayo Lues, masih berada di bawah angka tersebut.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan pemerintah meminta operator telekomunikasi memusatkan pemulihan di wilayah yang capaian jaringannya masih rendah.
“Saya meminta operator untuk memfokuskan upaya pemulihan di kabupaten/kota yang tingkat pemulihannya masih di bawah 50 persen,” kata Meutya di Jakarta, pada Sabtu (20/12/2025), dikutip dari keterangan resminya.
Menurut Meutya, ketersediaan jaringan komunikasi diperlukan untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak bencana, termasuk koordinasi bantuan dan layanan darurat. Ia menyebut proses pemulihan dilakukan secara bertahap sesuai kondisi lapangan.
Pemulihan di Aceh merupakan bagian dari penanganan gangguan telekomunikasi di tiga provinsi terdampak banjir Sumatera. Pada 29 November 2025, Kemkomdigi mencatat sebanyak 2.463 menara BTS mengalami gangguan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat setelah hujan deras memicu banjir dan tanah longsor. Pada fase awal pascakejadian, 707 menara dilaporkan telah kembali beroperasi.
Di luar Aceh, pemulihan jaringan dilaporkan telah mendekati selesai. Di Sumatra Barat, tingkat pemulihan BTS mencapai 99,14 persen. Sementara di Sumatra Utara tercatat 97,35 persen per Jumat (19/12/2025).
Selain menara BTS, gangguan infrastruktur juga terjadi pada jaringan listrik yang memengaruhi operasional telekomunikasi di sejumlah wilayah. PT PLN (Persero) melaporkan perbaikan jaringan listrik dilakukan secara bertahap di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat untuk mendukung pemulihan layanan dasar.
Pemerintah menyatakan akan terus menyampaikan pembaruan kondisi pemulihan telekomunikasi hingga seluruh wilayah terdampak kembali terlayani. Hingga saat ini, proses perbaikan masih berlangsung di sejumlah kabupaten dengan tingkat pemulihan jaringan yang belum mencapai separuh. []







