KoranAceh.Net | Banda Aceh — Dalam upaya memperkuat budaya pembelajaran yang adaptif dan berorientasi pada kompetensi abad ke-21, SMA Negeri 13 Banda Aceh menggelar Workshop Penguatan Kompetensi Numerasi Guru yang berlangsung pada Kamis, 11 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru lintas mata pelajaran dan menjadi salah satu program strategis sekolah dalam meningkatkan mutu proses sekaligus hasil belajar peserta didik.
Konteks dan Urgensi Numerasi dalam Pembelajaran
Di tengah era digital dan banjir data, kompetensi numerasi tidak lagi dipahami sebatas kemampuan menghitung, melainkan keterampilan memahami, menginterpretasi, dan menggunakan informasi kuantitatif dalam berbagai konteks kehidupan. Pada tingkat sekolah, numerasi menjadi fondasi penting dalam mendukung siswa membangun kemampuan berpikir kritis, sistematis, serta kemampuan mengambil keputusan berbasis data—sebuah kemampuan yang ditekankan dalam Kurikulum Merdeka dan Profil Pelajar Pancasila.
Kepala SMA Negeri 13 Banda Aceh, Khairurrazi, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan numerasi tidak boleh hanya menjadi tanggung jawab guru Matematika.
“Era sekarang menuntut semua guru memahami aspek numerasi. Bahkan dalam mata pelajaran humaniora sekalipun, data, grafik, dan logika kuantitatif hadir sebagai bagian penting dalam memahami fenomena. Guru perlu mampu mengintegrasikan kemampuan ini dalam pembelajaran agar siswa memiliki kecakapan yang komprehensif,” ujarnya.
Materi, Pendekatan, dan Pendalaman Strategi Numerasi
Workshop menghadirkan narasumber Jhon Abdi, S.Pd., M.Pd., seorang praktisi pendidikan yang dikenal aktif dalam pengembangan perangkat ajar dan model pembelajaran berbasis data. Dalam pemaparannya, ia mengingatkan bahwa kemampuan numerasi bukan soal angka semata, tetapi tentang bagaimana siswa mampu membaca makna dari sebuah grafik, mengidentifikasi pola, hingga memahami argumen berbasis data.
“Guru perlu melihat numerasi sebagai proses bernalar, bukan sekadar menurunkan rumus,” jelasnya. Ia memandu peserta menggali berbagai strategi seperti contextualized numeracy, pembelajaran berbasis pemecahan masalah, penggunaan data nyata sebagai sumber belajar, serta integrasi numerasi dalam modul ajar dan asesmen formatif.
Para guru juga mengikuti sesi praktik langsung (hands-on session) yang difokuskan pada penyusunan perangkat ajar berbasis numerasi. Pada sesi ini, guru diminta menganalisis asesmen siswa, menginterpretasi data capaian belajar, serta mendesain aktivitas kelas yang menguatkan kemampuan bernalar kuantitatif. Sesi ini dinilai sebagai aspek paling penting karena memberi ruang refleksi, diskusi, dan kolaborasi lintas mata pelajaran.
Penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, dalam keterangannya menegaskan bahwa workshop ini merupakan bagian dari strategi sekolah untuk memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan fleksibilitas, diferensiasi, dan pembelajaran berbasis kompetensi.
“Numerasi adalah kompetensi minimum yang harus dimiliki siswa. Melalui workshop ini, kami ingin memastikan bahwa guru memiliki pemahaman yang sama dan mampu mengimplementasikannya dalam pembelajaran yang terencana, terukur, tetapi tetap kreatif,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa penguatan kompetensi numerasi tidak hanya berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa, tetapi juga membantu guru mengembangkan budaya refleksi dan pengambilan keputusan berbasis data, sesuatu yang selama ini masih menjadi tantangan di banyak satuan pendidikan.
Komitmen Sekolah untuk Mutu Berkelanjutan
SMA Negeri 13 Banda Aceh dalam beberapa tahun terakhir aktif mengembangkan program penguatan kompetensi guru sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Workshop numerasi ini diharapkan menjadi pijakan awal untuk mengembangkan jejaring praktisi, learning community, dan forum internal sekolah yang berfokus pada peningkatan literasi dan numerasi secara simultan.
Dengan terselenggaranya workshop ini, SMA Negeri 13 Banda Aceh menegaskan peran sekolah sebagai ruang belajar yang progresif, inklusif, dan siap menghadapi tantangan pembelajaran modern. Penguatan kompetensi numerasi guru diyakini akan memberikan dampak langsung pada peningkatan mutu pembelajaran dan kualitas lulusan di masa mendatang.[]

