Banda Aceh | SuaraNanggroe.id – Malam mulai turun di Terminal Tipe A Batoh, Selasa, 17 Maret 2026. Namun aktivitas di terminal justru semakin hidup. Bus datang dan pergi, penumpang berdatangan, sementara para sopir bersiap membawa mereka pulang ke kampung halaman.
Di tengah kesibukan itu, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, hadir meninjau langsung posko pemantauan arus mudik. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh layanan transportasi dan pengamanan berjalan optimal menjelang Idulfitri.
Didampingi jajaran Pemerintah Kota serta unsur TNI dan Polri, Illiza menyusuri area terminal, memantau kesiapan petugas, hingga memastikan fasilitas pendukung bagi para pemudik tersedia dengan baik.
Tak hanya melakukan pengecekan, ia juga menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan para sopir angkutan umum. Dalam dialog singkat itu, terselip pesan penting tentang keselamatan—hal yang sering kali menjadi penentu antara perjalanan yang nyaman dan risiko di jalan.
“Kita ingin memastikan seluruh proses pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik. Para sopir harus mengutamakan keselamatan, mengendalikan diri di jalan, dan memastikan kendaraan dalam kondisi layak,” ujarnya.
Bagi Illiza, lonjakan mobilitas masyarakat menjelang Lebaran bukan hanya soal jumlah penumpang yang meningkat, tetapi juga tantangan dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Karena itu, kesiapsiagaan seluruh pihak menjadi kunci utama.
Pemerintah Kota Banda Aceh pun terus memperkuat koordinasi lintas instansi agar pengawasan dapat berjalan maksimal selama 24 jam. Posko pemantauan menjadi garda terdepan dalam memastikan setiap perjalanan berlangsung aman.
Di Terminal Batoh malam itu, suasana mudik bukan sekadar tentang pulang kampung. Ada harapan, ada rindu, dan ada tanggung jawab besar untuk memastikan setiap orang sampai ke tujuan dengan selamat.
Dan di antara hiruk-pikuk itu, hadir komitmen: bahwa perjalanan masyarakat adalah prioritas yang harus dijaga bersama.[]







