OpiniUtama

Jalan Rusak Kolok–Pelabuhan Simeulue Jangan Terus Dibiarkan

×

Jalan Rusak Kolok–Pelabuhan Simeulue Jangan Terus Dibiarkan

Sebarkan artikel ini

SuaraNanggroe.id | Jalan merupakan infrastruktur dasar yang menjadi penopang utama aktivitas masyarakat. Mobilitas penduduk, distribusi barang, akses menuju fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga kegiatan ekonomi sangat bergantung pada kondisi jalan yang baik. Karena itu, keberadaan jalan yang aman dan layak bukan sekadar fasilitas pendukung, melainkan kebutuhan dasar yang harus menjadi perhatian pemerintah.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan yang terjadi di Kabupaten Simeulue, khususnya pada ruas Jalan Kolok menuju Pelabuhan. Hingga kini, banyak titik di ruas jalan tersebut mengalami kerusakan tanpa penanganan yang memadai. Padahal, masyarakat telah berulang kali mengeluhkan kondisi itu karena jalan tersebut merupakan akses vital yang digunakan setiap hari.

Sebagai jalur utama menuju pelabuhan, ruas Jalan Kolok memiliki peran strategis bagi mobilitas masyarakat. Jalan ini dilalui warga yang bekerja, bersekolah, berdagang, hingga mereka yang hendak menggunakan transportasi laut. Namun, pengguna jalan harus menghadapi berbagai kerusakan, mulai dari lubang yang cukup dalam, permukaan jalan yang tidak rata, hingga sejumlah titik yang mengalami kerusakan berat. Saat musim hujan, kondisi semakin memburuk karena lubang-lubang jalan tertutup genangan air sehingga sulit dikenali oleh pengendara.

Situasi tersebut tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor. Banyak pengendara terpaksa mengurangi kecepatan secara mendadak atau berpindah jalur untuk menghindari lubang. Tidak sedikit pula yang kehilangan kendali hingga mengalami kecelakaan. Risiko itu semakin tinggi pada malam hari ketika penerangan jalan terbatas, sehingga kerusakan jalan sulit terlihat.

Persoalan ini tidak seharusnya dianggap sebagai masalah kecil. Jalan rusak berdampak langsung terhadap keselamatan masyarakat sekaligus menghambat aktivitas ekonomi. Sebagai akses menuju pelabuhan, kerusakan jalan dapat mengganggu kelancaran distribusi barang dan jasa, memperlambat mobilitas masyarakat, serta meningkatkan biaya operasional kendaraan akibat kerusakan yang lebih cepat.

Karena itu, pemerintah daerah perlu menjadikan perbaikan ruas Jalan Kolok menuju Pelabuhan sebagai salah satu prioritas pembangunan infrastruktur. Penanganan yang dilakukan sebaiknya tidak sekadar bersifat sementara, melainkan melalui perbaikan yang berkualitas agar jalan memiliki daya tahan yang lebih baik. Selain itu, pengawasan terhadap kualitas pekerjaan juga harus diperkuat sehingga anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Di sisi lain, masyarakat juga memiliki peran penting dalam mendukung upaya tersebut. Pelaporan terhadap titik-titik kerusakan jalan serta partisipasi dalam menjaga fasilitas umum merupakan bentuk kepedulian yang dapat membantu pemerintah mengambil langkah penanganan secara lebih cepat.

Pada akhirnya, jalan yang aman, nyaman, dan layak merupakan hak setiap warga negara. Jangan sampai kerusakan jalan terus memakan korban akibat lambatnya penanganan. Ruas Jalan Kolok menuju Pelabuhan di Kabupaten Simeulue sudah saatnya memperoleh perhatian yang lebih serius. Dengan langkah nyata dari pemerintah, masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman, distribusi barang menjadi lebih lancar, dan roda perekonomian daerah pun dapat bergerak lebih optimal.