KetenagakerjaanPemerintahanPendidikanUtama

Pemerintah Aceh dan USK Kolaborasi Tekan Pengangguran Lewat Maganghub 2026

×

Pemerintah Aceh dan USK Kolaborasi Tekan Pengangguran Lewat Maganghub 2026

Sebarkan artikel ini

BANDA ACEH | SuaraNanggroe.id – Pemerintah Aceh menggandeng Universitas Syiah Kuala (USK) untuk memperluas kesempatan kerja bagi lulusan baru melalui Program Pemagangan Nasional (PMN) 2026 atau Maganghub yang diinisiasi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI.

Komitmen tersebut dibahas dalam audiensi jajaran Pemerintah Aceh dengan Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, di Ruang Kerja Rektor USK, Banda Aceh, Kamis pagi.

“USK mendukung penuh Program Pemagangan Nasional untuk fresh graduate dan upaya menurunkan angka pengangguran di Aceh,” tegas Mirza.

Delegasi Pemerintah Aceh dipimpin Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh, Akmil Husen, didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh T. Adi Darma, serta Kepala Biro Perekonomian Setda Aceh Zaini.

Sementara itu, Rektor USK didampingi Sekretaris Universitas Prof. Dr. Nur Fadhli dan Direktur Perencanaan, Kemitraan, dan Bisnis USK Dr. Ir. Afdhal.

Merespons program tersebut, Rektor USK langsung menginstruksikan jajarannya untuk segera melakukan langkah konkret di lingkungan kampus. Seluruh dekan diminta memetakan kebutuhan formasi magang di masing-masing fakultas dan unit kerja.

Dengan menjadi lembaga penyelenggara resmi pada platform Maganghub, berbagai unit kerja dan laboratorium di lingkungan USK diharapkan dapat menyerap lulusan baru sebagai peserta magang sesuai kebutuhan kompetensi. USK juga akan mempercepat sosialisasi kepada para alumni agar memanfaatkan peluang tersebut.

Target Serap 5.000 Peserta

Kepala Disnakermobduk Aceh, Akmil Husen, mengatakan Aceh saat ini menghadapi tantangan ketenagakerjaan yang cukup berat akibat dampak bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, bencana tersebut mengganggu aktivitas sektor pertanian, perikanan tambak, serta merusak infrastruktur irigasi dan jalan sehingga berdampak pada meningkatnya pengangguran, terutama di sektor informal.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh per Februari 2026, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Aceh meningkat menjadi 5,88 persen, naik dari 5,50 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Angka tersebut berada di atas rata-rata nasional yang justru turun menjadi 4,68 persen. Jumlah penduduk yang menganggur di Aceh saat ini mencapai 156.230 jiwa.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Aceh berupaya memaksimalkan kuota Program Maganghub 2026 yang secara nasional menyediakan 150.000 peserta. Aceh menargetkan dapat menyerap sedikitnya 5.000 peserta, dengan USK sebagai salah satu mitra strategis utama.

Dapat Uang Saku, Sertifikasi, dan BPJS

Program Maganghub 2026 diperuntukkan bagi lulusan diploma hingga sarjana dengan status fresh graduate atau maksimal satu tahun setelah lulus. Peserta diwajibkan telah memiliki ijazah resmi, bukan lagi Surat Keterangan Lulus (SKL).

Program berlangsung selama enam bulan dengan berbagai fasilitas, antara lain uang saku sebesar standar Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) yang bersumber dari APBN melalui Kemnaker RI.

Selain itu, peserta memperoleh sertifikat pemagangan dari industri, sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan yang mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Akmil menyebut program tersebut terbukti efektif meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan evaluasi tahun 2025, sekitar 30 persen peserta magang langsung direkrut menjadi karyawan tetap di perusahaan tempat mereka menjalani pemagangan.

Setelah menyelesaikan program, peserta juga akan terhubung ke platform digital Karirhub guna mempermudah akses terhadap peluang kerja lainnya.

Pendaftaran Dibuka Hingga 15 Juli

Pemerintah Aceh telah berkoordinasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), BUMN, dan BUMD di Aceh agar membuka sebanyak mungkin formasi magang melalui platform Maganghub.

Disnakermobduk Aceh juga mengapresiasi dukungan cepat dari pihak USK yang langsung menindaklanjuti program tersebut hingga ke tingkat fakultas.

Akmil mengimbau seluruh perusahaan, lembaga, dan calon peserta segera memanfaatkan kesempatan tersebut mengingat jadwal pelaksanaan cukup singkat.

Pendaftaran perusahaan atau lembaga penyedia formasi magang telah dibuka sejak 29 Juni dan akan ditutup pada 15 Juli 2026.

Selanjutnya, pendaftaran peserta dan pemilihan formasi berlangsung pada 15–28 Juli 2026, dilanjutkan seleksi administrasi dan pengujian pada 29 Juli–5 Agustus 2026.

Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 7 Agustus 2026, sedangkan penempatan peserta magang secara serentak akan dimulai pada 10–11 Agustus 2026.[]