Banda Aceh | SuaraNanggroe.id — Suasana hangat penuh kekeluargaan terasa kental di Mushalla An-Nur Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Aceh. Dalam balutan momentum pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, keluarga besar Diskop UKM Aceh berkumpul dalam kegiatan halal bihalal—sebuah tradisi yang bukan sekadar seremoni, tetapi ruang batin untuk saling mendekatkan hati.
Deretan aparatur sipil negara, dari jajaran pimpinan hingga staf, duduk bersila dalam kebersamaan. Tidak ada sekat jabatan, yang ada hanyalah keinginan tulus untuk saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi. Senyum yang mengembang dan sapaan hangat menjadi bahasa yang menyatukan mereka dalam satu semangat: kebersamaan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang temu pasca-Idulfitri, tetapi juga dimaknai sebagai momentum strategis untuk memperkuat sinergi kerja. Di tengah tantangan pembangunan sektor koperasi dan UMKM yang terus berkembang, kebersamaan menjadi fondasi penting dalam membangun kolaborasi yang solid.
“Halal bihalal ini bukan sekadar tradisi, tetapi energi baru untuk memperkuat komitmen bersama,” terasa menjadi pesan yang mengalir dalam setiap rangkaian acara.
Dalam suasana yang khidmat, tausiah yang disampaikan oleh Ustaz Masrul menjadi penyejuk hati. Ia mengajak seluruh jajaran untuk tidak meninggalkan nilai-nilai Ramadan yang telah ditempa selama sebulan penuh. Integritas, kedisiplinan, dan semangat pengabdian disebutnya sebagai bekal utama dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.
“Ramadan telah melatih kita menjadi pribadi yang lebih sabar dan jujur. Jadikan itu sebagai landasan dalam bekerja,” pesannya, yang disambut dengan anggukan penuh makna dari para peserta.
Lebih dari sekadar saling berjabat tangan dan bermaafan, halal bihalal ini juga menjadi ruang refleksi. Bahwa pelayanan publik yang berkualitas lahir dari hati yang bersih dan hubungan kerja yang harmonis.
Di akhir kegiatan, terselip harapan besar—agar kebersamaan yang terbangun tidak berhenti di mushalla itu saja. Melainkan terus hidup dalam setiap langkah kerja, dalam setiap program yang dijalankan, dan dalam setiap upaya memperkuat koperasi serta UMKM di Aceh.
Sebab dari silaturahmi yang kuat, akan lahir kerja yang hebat. Dan dari hati yang bersatu, akan tumbuh Aceh yang lebih berdaya.[]






