Aceh TodayPolitik & Pemerintahan

Pemkab Aceh Singkil Siapkan Hari Jadi ke-27, Usung Konsep Sederhana namun Bermakna

×

Pemkab Aceh Singkil Siapkan Hari Jadi ke-27, Usung Konsep Sederhana namun Bermakna

Sebarkan artikel ini

Aceh Singkil — Suasana serius namun penuh semangat kebersamaan menyelimuti Op-Room Kantor Bupati Aceh Singkil, Kamis (26/3/2026). Di ruangan inilah arah dan konsep peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Aceh Singkil mulai dirumuskan—bukan sekadar agenda seremonial, tetapi momentum refleksi perjalanan daerah.

Bupati Aceh Singkil memimpin langsung rapat pembentukan panitia yang dihadiri oleh jajaran penting daerah, mulai dari Wakil Bupati, unsur Forkopimda, hingga tokoh masyarakat dan tokoh agama. Kehadiran lintas elemen ini menjadi penegas bahwa peringatan hari jadi bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik seluruh masyarakat Aceh Singkil.

Dalam forum tersebut, disepakati penunjukan Asisten II Setdakab Aceh Singkil, Faisal, S.Pd sebagai Ketua Umum Panitia. Penunjukan ini diharapkan mampu mengoordinasikan seluruh rangkaian kegiatan secara efektif dan terarah.

Arahan Bupati menjadi titik penekanan utama. Ia menginginkan peringatan tahun ini digelar secara sederhana, namun tetap meriah dan menyentuh masyarakat luas. Di tengah semangat efisiensi anggaran yang tengah digaungkan pemerintah, ia menegaskan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk mengurangi makna.

“Kesederhanaan tidak boleh menghilangkan esensi. Justru dari kesederhanaan, kita bisa menghadirkan kegiatan yang lebih dekat dengan masyarakat,” menjadi pesan yang menggema dalam rapat tersebut.

Berbagai pandangan pun mengalir dari peserta rapat. Wakil Bupati dan unsur Forkopimda sepakat bahwa peringatan ini harus inklusif—melibatkan semua lapisan masyarakat, memperkuat kebersamaan, dan memberi dampak nyata bagi daerah.

Menariknya, dalam rapat tersebut juga muncul usulan sarat nilai historis dan religius. Ketua MPU, H. Roesman Hasmy, mengusulkan pelaksanaan Haul ke-341 Syekh Abdurrauf As-Singkil, ulama besar asal Singkil yang jejak pemikirannya masih hidup hingga kini. Tak hanya itu, seminar sehari tentang pemikiran dan kontribusinya juga diusulkan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.

Usulan ini menjadi pengingat bahwa Aceh Singkil tidak hanya memiliki sejarah administratif, tetapi juga warisan spiritual yang kuat. Menghadirkan kembali sosok ulama besar dalam peringatan hari jadi adalah cara merawat identitas sekaligus menanamkan nilai kepada generasi masa kini.

Di penghujung rapat, harapan pun dititipkan. Bupati mengajak seluruh pihak untuk bekerja bersama, mengedepankan gotong royong, dan menjaga kekompakan. Sebab keberhasilan peringatan ini bukan hanya diukur dari kemeriahan, tetapi dari sejauh mana ia mampu menyatukan dan menginspirasi.

Dengan semangat itu, Hari Jadi ke-27 Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2026 diharapkan menjadi lebih dari sekadar perayaan—ia menjadi titik tolak untuk melangkah lebih kuat menuju masa depan daerah yang lebih maju dan bermartabat.[]