BANDA ACEH | SuaraNanggroe.id — Suasana hangat Idulfitri tak sekadar menjadi ajang saling memaafkan, tetapi juga momentum memperkuat tekad bersama menjaga masa depan Aceh. Di sebuah ruang tamu yang penuh keakraban, perbincangan serius mengalir di antara canda dan senyum, membahas satu ancaman nyata yang tak pernah surut: narkoba.
Kepala BNN Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., bertemu dengan Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS, Dr. H.M. Nasir Djamil, M.Si., dalam sebuah silaturahmi Idulfitri yang sarat makna. Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan ruang strategis untuk menyatukan visi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN) di Aceh.
Di balik nuansa lebaran yang hangat, BNNP Aceh memaparkan realitas yang tak ringan. Aceh, dengan letak geografisnya yang strategis, masih menjadi jalur rawan peredaran narkotika. Berbagai capaian telah diraih, namun tantangan di lapangan terus berkembang, menuntut respons yang lebih terkoordinasi dan berkelanjutan.
Nasir Djamil pun menyampaikan apresiasi atas kerja keras BNNP Aceh. Ia menegaskan bahwa perang melawan narkoba bukan hanya tugas aparat, tetapi membutuhkan kekuatan kolektif—mulai dari kebijakan pemerintah pusat, peran pemerintah daerah, hingga keterlibatan masyarakat di tingkat paling bawah.
“Kolaborasi lintas sektor adalah kunci. Tanpa itu, upaya kita tidak akan maksimal,” menjadi penekanan penting dalam pertemuan tersebut.
Lebih jauh, keduanya sepakat bahwa keluarga dan gampong harus menjadi benteng pertama. Edukasi, pengawasan, dan deteksi dini di lingkungan masyarakat dinilai sebagai langkah paling efektif dalam mencegah generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Pertemuan yang berlangsung dalam balutan suasana Idulfitri itu akhirnya melahirkan satu pesan kuat: bahwa perang melawan narkoba tidak bisa ditunda, dan tidak bisa dijalankan sendiri. Dibutuhkan sinergi, keikhlasan, dan komitmen bersama.
Dari ruang silaturahmi yang sederhana, lahir harapan besar—Aceh yang bersih dari narkoba, serta generasi muda yang tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan bermartabat.[]







