Aceh TodayPendidikanUtama

Literasi Tak Hanya di Kelas, SMA Negeri 13 Banda Aceh Belajar di Perpustakaan Aceh.

×

Literasi Tak Hanya di Kelas, SMA Negeri 13 Banda Aceh Belajar di Perpustakaan Aceh.

Sebarkan artikel ini

BANDA ACEH / SuaraNanggroe.id — Puluhan siswa SMA Negeri 13 Banda Aceh mengunjungi Perpustakaan Aceh, Kamis (10/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah memperkuat budaya literasi sekaligus memberikan pengalaman belajar kepada siswa di luar lingkungan kelas.

Kunjungan ini diikuti puluhan siswa bersama guru pendamping. Para siswa mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat berbagai fasilitas, koleksi buku, serta lingkungan perpustakaan sebagai salah satu sumber belajar.

Sejak tiba di perpustakaan, para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan.
Mereka memanfaatkan waktu dengan membaca dan melihat berbagai koleksi yang tersedia.
Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan minat baca, tetapi juga mendorong siswa agar terbiasa mencari informasi, memperluas wawasan, serta memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang belajar.

Kepala SMA Negeri 13 Banda Aceh, Dini Milia, S.Si., M.Pd., memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang diikuti para siswa tersebut.
Menurutnya, penguatan literasi merupakan bagian penting dalam proses pendidikan.
Literasi tidak semestinya hanya dilakukan melalui kegiatan membaca di dalam kelas, tetapi juga dapat dikembangkan melalui pengalaman belajar di berbagai lingkungan.

“Kami memberikan apresiasi kepada siswa yang mengikuti kegiatan ini. Kunjungan ke perpustakaan merupakan pengalaman belajar yang sangat baik bagi mereka. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan kecintaan siswa terhadap membaca dan belajar,” ujarnya.

Dini mengatakan, sekolah akan terus mendorong berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan literasi peserta didik. Menurutnya, siswa perlu dibiasakan untuk membaca, memahami informasi, berpikir kritis, dan mampu menyampaikan kembali pengetahuan yang diperoleh.

“Perpustakaan adalah salah satu tempat yang sangat penting untuk mendukung proses pembelajaran. Karena itu, siswa perlu dikenalkan dan dibiasakan memanfaatkan perpustakaan,” katanya.
Sementara itu, pendamping siswa, Elvinda, S.Pd., M.Pd., yang juga Kepala Perpustakaan SMA Negeri 13 Banda Aceh, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya mendekatkan siswa dengan dunia perpustakaan.

Menurut Elvinda, selama ini perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan dan meminjam buku. Lebih dari itu, perpustakaan dapat menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi siswa.

“Kami ingin siswa melihat perpustakaan sebagai tempat yang menyenangkan untuk belajar, membaca, mencari informasi, dan menambah wawasan,” ujar Elvinda.

Ia berharap setelah mengikuti kegiatan tersebut, para siswa semakin termotivasi untuk membaca dan memanfaatkan perpustakaan, baik perpustakaan sekolah maupun perpustakaan umum.

Menurutnya, kebiasaan membaca perlu dibangun secara bertahap dan berkelanjutan. Ketika siswa sudah terbiasa membaca, mereka akan memiliki kesempatan lebih besar untuk memperkaya pengetahuan dan memahami berbagai persoalan di sekitarnya.
Kegiatan kunjungan ke Perpustakaan Aceh juga menjadi momentum bagi SMA Negeri 13 Banda Aceh untuk memperkuat sinergi antara pembelajaran di sekolah dan pemanfaatan sumber belajar di luar sekolah.

Sekolah berharap kegiatan literasi seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak siswa dan menghadirkan berbagai aktivitas, seperti membaca buku, diskusi, menulis, serta mengenal berbagai sumber informasi.

Dengan demikian, budaya literasi tidak berhenti pada kegiatan membaca, tetapi berkembang menjadi kebiasaan belajar sepanjang hayat.

Literasi tak hanya di kelas. Dari perpustakaan, siswa dapat membuka jendela pengetahuan yang lebih luas untuk membangun masa depan.